Oleh: sang nanang | Juli 31, 2016

Pulang Kampung Naik Kereta Api

Setiap lebaran, saya pulang kampung naik kereta api. Tahun ini saya naik kereta api bernama Argo Anggrek. Kereta api Argo Anggrek tujuan Semarang Tawang. Ketika saya naik kereta api, ada teman bapak bernama Om Saipul. Dia naik kereta api karena dia pulang kampung ke Surabaya Gubeng.

Saat saya ke Semarang, saya melewati stasiun Cirebon, Pekalongan, Semarang. Perjalanan tersebut sangat lama, bisa menempuh waktu hingga 6 jam. Saat itu saya sedang puasa, jadi jam 12.00 puasanya batal.

Ketika itu jika saya bosan, saya akan bermain tablet. Jika tidak, saya melihat pemandangan luar jendela. Di luar ada rumah, sawah, perlintasan, dan ada kereta api lain yang melintas.

Di dalam kereta api ada restoran. Restoran digunakan oleh petugas yang akan melayani penumpang yang kelaparan. Menunya ada es teh, nasi goreng, telur mata sapi, kopi, dan jus. Di kereta juga ada toilet. Toiletnya sangat bersih. Pintu toilet sangatlah keras.  Toilet kereta api berada di dekat pintu.

Di kerata api juga ada tivi. Acara tivi sangat banyak, ada kartun kereta, juga ada film tentang kakak-adik yang setiap hari selalu bertukar sepatu. Tivinya sangat lebar.

Saat saya di dalam kereta api, saya berfoto selfy dengan teman  bapak dan kedua anaknya. Di dalam foto, kelihatan saya sedang tidur. Saat saya difoto, saya baru sampai stasiun  Cikampek. Stasiun Cikampek sangat besar karena ada cabang rel. Jika lurus ke Cirebon, jika belok kanan ke Bandung.

Sesaat kemudian saya sampai  Stasiun Cirebon. Akhirnya saya sampai  Stasiun Cirebon. Stasiun Cirebon sangat besar karena setiap kereta yang ke Jawa Tengah harus melewati Stasiun Cirebon.

Cirebon juga memiliki kereta api, yaitu Ciremai Ekspress tujuan Cirebon – Bandung, dan Cirebon Ekspress tujuan Cirebon – Jakarta. Cirebon memiliki dua stasiun, yaitu Cirebon Prujukan dan Cirebon Kejaksaaan. Kereta api saya berhenti di Cirebon Kejaksaan.

Akhirnya kereta apipun berangkat. Sayapun sampai Stasiun Tegal. Di Stasiun Tegal terdapat dua cabang. Jika lurus ke Semarang. Jika belok ke Jogja.

Saat saya tiba di Stasiun Pekalongan, saya melihat Stasiun Pekalongan sangat besar karena ada depo kereta api. Saat kereta berangkat kembali, saya lewat rel di dekat pantai. Ada stasiun bernama Stasiun Batang. Tepat di depan stasiun ada pantai bernama Pantai Weleri. Pantai itu sangat sepi, jika masuk jadi gratis.

Selesai melwati pantai, saya melihat bukit yang penuh dengan pohon karet. Bukit itu dinamakan Alas Roban. Beberapa menit kemudian sayapun sampai di Stasiun Semarang Tawang.

 


Responses

  1. mas nanang sekarang tinggal dimana kok pulang kampung segala


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: